Selayar, DailyIndonesiaNews.com – TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) mengerahkan KRI Marlin-877 untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban tenggelamnya kapal penumpang KLM Nurul Salsa 01 di perairan Laut Flores, selatan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2026).
Hingga Kamis (16/7/2026) pukul 11.00 WITA, sebanyak 52 korban telah berhasil dievakuasi. Rinciannya, enam orang diselamatkan nelayan dan dievakuasi ke Pulau Polassi, sedangkan 46 korban lainnya dievakuasi KLM Harapan Kita ke Pulau Jampea. Dari jumlah tersebut, 45 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Berdasarkan pencocokan sementara daftar penumpang dan awak kapal, 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Data tersebut masih terus diverifikasi bersama Basarnas, pemerintah daerah, dan keluarga korban.
KLM Nurul Salsa 01 bertolak dari Pelabuhan Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, sekitar pukul 05.00 WITA. Sekitar pukul 09.30 WITA, kapal mengalami kerusakan total pada mesin utama. Kondisi memburuk ketika pompa pembuangan air tidak lagi berfungsi sekitar pukul 10.00 WITA sehingga air terus menggenangi lambung kapal. Kapal akhirnya tenggelam sekitar pukul 16.00 WITA di perairan selatan Pulau Polassi.
Setelah menerima laporan dari Kantor SAR Makassar pada pukul 15.50 WITA, Kodaeral VI segera mengerahkan KRI Marlin-877 beserta personel, peralatan keselamatan, dan dukungan logistik. Lima personel Basarnas Makassar turut bergabung dalam operasi tersebut. Kapal perang itu bertolak dari Dermaga Layang Markas Komando Kodaeral VI pada pukul 20.03 WITA menuju lokasi kejadian.
Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menegaskan bahwa kecepatan respons menjadi faktor utama dalam operasi penyelamatan di laut.
“Kecepatan respons dan kesiapan personel adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa di tengah laut. Kami tidak membiarkan waktu berlalu begitu saja,” ujarnya.
KRI Marlin-877 tiba di perairan Pulau Polassi pada Kamis sekitar pukul 02.00 WITA dan langsung melakukan pengumpulan data awal. Pada pukul 07.00 WITA, kapal tiba di titik tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 dan melaksanakan penyisiran intensif selama dua jam.
Saat ini KRI Marlin-877 telah bersandar di Pelabuhan Laut Jampea untuk berkoordinasi dengan unsur SAR sekaligus memastikan kondisi para korban yang telah dievakuasi. Tim gabungan juga menyiapkan penyisiran lanjutan yang mencakup titik awal kerusakan mesin, lokasi tenggelamnya kapal, perairan sekitar Pulau Polassi, jalur pelayaran menuju Pulau Jampea, hingga area yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban berdasarkan arus laut dan kondisi cuaca.
Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Menurut dia, TNI AL juga membuka koordinasi dengan nelayan serta kapal-kapal yang melintas untuk memperluas jangkauan pencarian.
“Kami mengajak seluruh nelayan dan kapal yang berada di sekitar lokasi untuk segera menyampaikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Setiap informasi akan sangat membantu keberhasilan operasi pencarian,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait penumpang KLM Nurul Salsa 01 agar segera melapor kepada petugas di lapangan. Perkembangan jumlah korban akan terus diperbarui setelah proses verifikasi selesai dilakukan.













