Makassar, DailyIndonesiaNews.com -Di tengah padatnya agenda pendidikan, siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri Resimen Parakrama Pradahana Angkatan 56 Tahun Ajaran 2026 Polda Sulawesi Selatan menyisihkan waktu untuk berbagi dengan anak-anak panti asuhan. Melalui kegiatan bakti sosial, para calon perwira itu menyalurkan bantuan di Panti Asuhan At Taqwa dan Panti Asuhan At Tiin, Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter yang menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat sejak masa pendidikan. Selain menyerahkan bantuan kepada pengurus panti, para siswa juga berinteraksi dan bercengkerama dengan anak-anak penghuni panti.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kasubbid Kesenian Resimen Parakrama Pradahana Angkatan 56, Andi Sumange Alam, bersama sejumlah pejabat dan perangkat resimen.
Andi Sumange mengatakan, bakti sosial bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membentuk calon perwira Polri yang memiliki empati dan kepekaan terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi adik-adik di panti asuhan, meski tidak seberapa,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran para siswa di lingkungan panti diharapkan mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya saling peduli.
Selain menyerahkan bantuan, Andi Sumange juga mengajak seluruh penghuni panti mendoakan para pengasuh yang setiap hari mengabdikan diri membina dan merawat anak-anak.
“Kami memohon doa agar para pengasuh senantiasa diberikan perlindungan, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulianya,” katanya.
Ia menilai peran pengasuh panti sangat penting dalam membentuk masa depan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Karena itu, menurutnya, dedikasi mereka layak mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Andi Sumange turut meminta doa agar seluruh siswa Setukpa Polri Resimen Parakrama Pradahana Angkatan 56 diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran hingga menyelesaikan pendidikan dan mengikuti pelantikan sebagai perwira Polri.
Ia menegaskan, jiwa kemanusiaan harus menjadi fondasi setiap anggota Polri. Nilai kepedulian sosial yang ditanamkan selama masa pendidikan diharapkan melekat dalam karakter para siswa sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat.













