Kadin Sulsel Dorong Investasi, UMKM, dan Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Dailyindonesianews.com, Makassar – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, kembali terpilih secara aklamasi memimpin Kadin Sulsel untuk periode 2026–2031 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sulsel yang digelar pada 13 Juni 2026.

Dalam wawancara pada Selasa (17/6/2026), Andi Iwan menegaskan komitmennya untuk membawa Kadin Sulsel menjadi organisasi dunia usaha yang lebih terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi yang berkembang pesat.

“Ke depan, kami ingin Kadin Sulawesi Selatan menjadi jembatan strategis antara dunia usaha, pemerintah, dan investor. Kadin tidak hanya menjadi wadah administratif, tetapi harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurut Andi Iwan, terdapat tiga prioritas utama yang akan menjadi fokus kepengurusannya selama lima tahun ke depan. Pertama, peningkatan investasi baik dari dalam maupun luar negeri melalui penciptaan iklim usaha yang lebih pasti dan kompetitif di Sulawesi Selatan.

Kedua, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Baja Juga :  Warga Bakar Kantor Tambang di Morowali, Legislator PKB Sebut Penegakan Hukum yang Tidak Adil Picu Kemarahan Publik

Ia menilai UMKM harus mampu naik kelas dan masuk ke dalam rantai pasok industri yang lebih besar. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas agar pembangunan ekonomi berjalan secara terintegrasi.

Andi Iwan menilai Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur yang harus dimaksimalkan melalui kerja kolektif dan konsistensi kebijakan dunia usaha.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi Sulawesi Selatan yang saat ini masih menunjukkan tren positif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di atas rata-rata nasional menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

“Kami akan terus memastikan dunia usaha tetap resilien dan adaptif. Pelaku usaha perlu melakukan efisiensi, inovasi, serta diversifikasi usaha agar tidak bergantung pada satu sektor saja,” katanya.

Di sisi lain, Andi Iwan menyebut sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa logistik masih menjadi fondasi utama perekonomian Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, upaya industrialisasi dan hilirisasi perlu diperkuat agar nilai tambah produk dapat dinikmati di daerah.

Baja Juga :  Polemik Bandara IMIP, Legislator PKB Sulteng Sebut Ada Kelalaian Kolektif Pemerintah Pusat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh sekitar 6,88 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan dan jasa, konsumsi rumah tangga dan pemerintah, serta proyek infrastruktur dan investasi daerah.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan juga tercatat mencapai sekitar Rp191 triliun, menandakan semakin besarnya skala ekonomi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Indonesia Timur. Selain berperan sebagai hub logistik dan perdagangan, Sulawesi Selatan juga memiliki potensi besar di sektor industri pengolahan, transportasi, jasa keuangan, serta investasi di bidang infrastruktur, energi, dan ekonomi kreatif.

Meski demikian, Andi Iwan mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti ketimpangan pembangunan antarwilayah, rendahnya produktivitas sebagian UMKM, serta kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kadin Sulsel akan terus menjembatani dunia usaha dengan kebijakan pemerintah, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga merata manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Baja Juga :  Roy Suryo Cs Ditetapkan Tersangka, Dituding Sebar Tuduhan Palsu Ijazah Jokowi

Ia menambahkan, Kadin Sulsel akan terus mendorong kebijakan ekonomi daerah yang pro-investasi, pro-UMKM, dan pro-penciptaan lapangan kerja.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi bukan hanya pertumbuhan angka, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Andi Iwan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *