Gowa, DailyIndonesiaNews.com – Komandan Kodim 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi membahas pembangunan Jembatan Garuda dan pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam podcast Radio Rewako 100,4 FM di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis (13/8/2026).
Dalam program yang dipandu Romy Fahreza tersebut, Gilang menjelaskan keterlibatan TNI Angkatan Darat dalam mendukung sejumlah program pembangunan di Kabupaten Gowa. Ia menyebut peran Kodim tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga pendampingan program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Menurut Gilang, pembangunan Jembatan Garuda diarahkan untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah, terutama di lokasi yang membutuhkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Garuda bertujuan untuk membuka dan meningkatkan akses konektivitas antarwilayah. Ketika akses terbuka, pelayanan publik lancar dan perekonomian warga bergerak lebih cepat,” ujar Gilang.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut memiliki keterkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui KDKMP. Jembatan berfungsi memperbaiki akses fisik, sedangkan koperasi diharapkan menjadi wadah kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Namun, pembangunan infrastruktur dan pembentukan koperasi tidak serta-merta menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan koperasi, kualitas infrastruktur, akses pasar, serta keterlibatan masyarakat akan menentukan sejauh mana kedua program tersebut memberikan manfaat.
Untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan, Kodim 1409/Gowa melibatkan Babinsa dalam komunikasi sosial, pendampingan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat.
“Babinsa kami di lapangan aktif memotivasi warga dan memastikan situasi tetap kondusif agar seluruh tahapan pembangunan berjalan optimal,” kata Gilang.
Dalam podcast tersebut, Gilang juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas publik setelah pembangunan selesai. Menurut dia, pemeliharaan menjadi bagian penting agar infrastruktur dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Mari kita pelihara kebersamaan dan merawat sarana yang ada agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anak cucu kita,” ujarnya.
Keterlibatan TNI dalam program pembangunan daerah tetap perlu ditempatkan sesuai tugas dan kewenangannya, sementara pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan program ekonomi tetap membutuhkan peran pemerintah daerah serta masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.













