DailyIndonesiaNews, Bulukumba – Nilai kesederhanaan, keteladanan, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas. Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kajang, Kabupaten Bulukumba, Abd. Kahar Muslim, dalam sebuah pertemuan silaturahim bersama generasi muda asal Makassar, Jumat 7 Agustus 2026.
Dalam dialog yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, Abdul Kahar Muslim berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga sikap sederhana dalam menjalankan amanah, baik di tengah masyarakat maupun ketika seseorang diberikan tanggung jawab dalam pemerintahan.
Menurutnya, kesederhanaan seorang pemimpin tidak hanya terlihat dari gaya hidup, tetapi juga tercermin melalui sikap rendah hati, kesediaan mendengar aspirasi masyarakat, serta kemampuan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tetap sederhana, dekat dengan masyarakat, mau mendengar, dan mampu menjadi teladan. Jabatan hanyalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan kepada Tuhan,” ujar Abdul Kahar Muslim.
Abdul Kahar merupakan tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman panjang dalam kehidupan sosial dan pemerintahan di kawasan Kajang. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Desa Tanah Toa dan anggota DPRD Kabupaten Bulukumba selama tiga periode, termasuk pernah dipercaya sebagai Ketua Komisi A DPRD Bulukumba. Pengalaman tersebut turut membentuk pandangannya mengenai arti pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perjalanan dalam berbagai ruang pengabdian memberikan pelajaran bahwa integritas, kejujuran, dan kedekatan dengan masyarakat merupakan modal penting bagi siapa pun yang ingin menjalankan amanah kepemimpinan.
Ia juga menyinggung pengalamannya mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba. Dari berbagai pengalaman tersebut, ia menilai bahwa kepemimpinan pada akhirnya bukan semata-mata mengenai jabatan, melainkan tentang bagaimana seseorang mampu memberikan manfaat dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mendengarkan secara langsung pengalaman dan pandangan dari tokoh masyarakat yang tumbuh dalam lingkungan adat Kajang.
Jupriadi, yang akrab disapa Deng Joe, mengapresiasi kesempatan berdialog dan bertukar pikiran tersebut. Ia menilai pengalaman serta nilai-nilai yang disampaikan Abdul Kahar Muslim relevan bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan diri untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
“Silaturahim ini memberikan banyak pelajaran berharga. Saya belajar bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kesederhanaan, keteladanan, dan pengabdian yang tulus kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai kearifan lokal, budaya, serta pengalaman para tokoh masyarakat dapat terus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda. Dialog tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membangun komunikasi antargenerasi, khususnya dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat Sulawesi Selatan.
Dari kawasan adat Kajang, pesan tentang kesederhanaan dan pengabdian menjadi refleksi bahwa kepemimpinan yang kuat tidak selalu ditunjukkan melalui kekuasaan, tetapi melalui keteladanan, kedekatan dengan masyarakat, dan kemampuan menjaga amanah.










